Permata Dalam Hati, Emas Dalam Jiwa
Telah mengajakku bermain bersama imajinasi,
Mengingatmu menjadi penyambut senyum diawal hariku.
Aku tahu dan sangat aku sadari
Jika mimpi dan asahku hanya jadi ilusi keingananku sendiri,
Namun aku juga tahu dan sangat aku fahami
Tentang rasa yang berdenyut dihati.
Ini bukan rasa benciku kepadamu,
Bukan juga rasa kecewaku terhadap pilihanmu.
Ini rasa cintaku tuk mencintaimu,
Rasa rinduku tuk disisih dan memandangmu,
keinginanku ingin mendamping dan mendekapmu lebih lama,
Menjagamu adalah impian nyata yang ingin ku gapai.
Tak ada niat dalam hati melepaskanmu,
Namun ku coba terima jika kepergian itu adalah keinginan dari hatimu.
Biarlah aku menangis bersama airmata kekecewaan,
Biarlah aku sendiri disini memeluk bintang tanpa sinar.
Kau hadir membangunkan hari,
Kau datang membuatku terjaga bersama bayang bayang dalam indahnya mimpi.
Aku seakan ingin marah pada alam yang telah memisahkan jarak,
Menghancurkan waktuku bersamamu.
Lebur menciptakan rindu dalam kehampaan jiwa.
Aku ingin berada diatas gunung di alam yang sunyi, ditempat yang tertinggi,
Berteriak sekuat suara guna memanggil namamu dalam kerinduan hati.
Engkau keindahan dalam hidupku,
Permata dalam hati, emas dalam jiwa,
Berlian saat cahaya memeluk dan menyinarimu.
Namun, engkau telah menjauh,
Jauh pergi meninggalkan jejak,
Membiarkan ku sendiri didalam ruang kerinduan.
Tiada cahaya, tiada sinar,
Bersama gelap kau biarkan aku sendiri
Berdiri bersama kenangan masalaluh.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment