SAAT AKU INGAT TENTANG DIRIMU

Ku pejamkan mataku,
Seakan ingin cepat tertidur.
Ku tundukkan kepalaku,
Seakan bunga yang telah layu,
Tertampak bagaikan seorang yang terpinggirkan.
Angin berhembus melambaikan dinginnya sang ruang
Menggigil dalam pejaman,
Imajinasiku menerobos dalam penjelajahan.
Kini...
Hayalku berlari menembus masalalu
Terbawa kembali pada waktu yang silam.
Aku teringat saat ingin memelukmu,
Saat itu hati menuai kehangatan
Ingin melepas semua kerinduan.

Aku teringat saat aku ingin bersamamu lebih lama,
Disaat itu aku tak ingin jauh & berpisah lebih lama lagi,
Aku telah bosan dengan perpisahan, dan aku tak ingin itu terjadi lagi.
Namun, engkau tak mendengar isyarat yang berbisik.

Aku tertidur seperti tak ingin tuk kembali
Namun sang malam telah memanggil,
Matahariku telah tiada, hingga pagi pun enggan untuk menunggu.

Embun-embun penghiaspun jatuh bertebaran
Membuat kenyamanan yang tanpa warna.
Saat itu bahagia terbungkus dengan kekecewaan,
Saat itu pula rinduku pergi meninggalkan kepedihan.

Mataku redup melihat cahaya,
Jarak sejengkal terlihat jauh karena perpisahan.
Keindahan yang diharapkan,tersenyum kaku terbawa hati.
Saat perpisahan disegerakan, ku pandang yang terakhir kali,
Ketika itu, Rasa hati penuh kehancuran
Berkecambuk sakit menuai kepedihan.

Aku tak tahhu apa yang kau rasakan saat kepergianku,
Namun......
Aku sadar,.....
Saat itu aku menitikkan kekecewaan dalam diriku sendirii.
Ingin aku menangisinya, namun air mataku telah habis,
Ingin aku menyesalinya,
Namun waktu berganti bagaikan kilat
Terbawa alam meninggalkan bekas.

Salam semua untukmu yang terindah,
Bintang hati dalam kehidupan.
Engkau takkan terlupakan dalam perjalanan,
Kan ku bawa kisahmu dalam sejarah kenyataanku
Walau aku selalu terlupakan oleh waktu kehidupanmu.

No comments:

Post a Comment