GURINDAM

0
COM

Saat gurindam menyampaikan pesan
mata terpejam mendengar tangisan
bagai angin membawakan hujan
membasuh jiwa hingga kesakitan

mendengar kata dari serpihan mantra
membuat dada, goncang akan itu kata
sambil terbata hati berkata
tak sanggup lagi hati berlumur dosa

dalam sesal hati mengelu
tentang buruk perjalanan waktu
adakah sinar akan hal itu
agar hati tak lagi mengerutu

untung datang si penjual ikan
membawah hasil dari lautan
tak disangka ialah kawan
memberi gurindam menyampaikan pesan

jaganlah mengeluh wahai tuan
marilah menghadap ke arah tuhan
iya tahu segala kearifan
bertobat pastilah dimaafkan.


Medan, 02 Maret 2014

DALAM LAMUNAN

0
COM
Malam makin menunjukan kepekatannya, malam ini malam minggu yang seharusnya malam ku berduaan bersamamu, duduk berdamping memaduh kasih tanpa resah dan kegelisahan sang malam, berdempet posisi tanpa ada celah pemisa antara aku dan kamu.
Sebentar-sebentar aku pergi kearah pintu, melihat mereka yang sedang memaduh kasih, bercerita hangat dalam sebuah pelukan malam. Aku irih pada mereka, yang dimalam minggu selaluh berduaan bersama kekasihnya, bercerita bersama, ketawa bersama, canda bersama, mengukir kisah romatis diwaktu yang sama. Hemmmzzzzz dalam hati ku seolah tak ada hentinya membaca do’a, meletakkan disetiap namamu diujung bulir-bulir tasbinya yang terucap.
Aku ingin seperti mereka, namun itu hanyalah ilusi berupa hayalan yang memanjakan waktu ku saat ini. Hanya sebuah harapan yang tidak aku ketahui dimana letak titik akhir ia akan berhenti, tak ada symbol atau kode yang memberikan tanda bahwa ini akan berakhir. Semacam mengikuti putaran jarum jam yang tertempel didinding kamarku, ia terus berkeliling dari waktu ke waktu dikejadian yang sama dan tempat yang sama tanpa berhenti walau malam telah terlelap dalam mimpi. Ini kenyataan, buktinya aku masih disini, masih diatas hangatnya kursi yang telah lama ku duduki sedari tadi, mungkin kalau saja kursi ini bisa menjerit, ia telah berteriak tentang kebosanannya memangkuh pantatku. Sedangkan aku terus sibuk mencari kisah yang ingin ku abadikan didalam sebuah tulisan ini, aku ingin menulis lepas seperti penulis yang dengan mudah mengalirkan tintanya diatas selembaran kisah tentang kehidupan, namun aku tak dapat meniruh jalan mereka dalam menguraikan sebuah kisah.
Aku terus mencoba memasuki diriku sendiri untuk mengambil detik demi detik kisah yang mungkin bersedia untuk ku abadikan dalam kisahku malam ini.
Kopi telah berapa gelas ku habisi, rokok sebatang demi sebatang berlaluh habis termakan api, walau perlahan terhisap, asapnya menebar mengkabutkan ruangan, seolah menghalang jalannya imajinasiku dalam berlayar. Harap berganti harap supaya imajinasiku mampu bermain dalam manjaan hanyalku, namun itu belum juga cukup tajam mengupas dinding yang memenjarahkan ku, padahal tubuh ini telah ku telanjangi, telah ku lepas jubah kekecewaan yang membelengguhku dari masalah-masalah kehidupan, telah ku kuliti sekujur tubuh ini dengan imajinasi perasa, telah ku lepas semua keresahan diri yang mengurungku dari rasa ketenangan jiwa, namun masih tak mampu juga aku menembus ruang-ruang penjelajahan riwayatku.
Pilihanku malam ini ingin mengukirkan kisahmu dan kisahku yang berkalborasi dalam sebuah ikatan cinta, ku ingin menciptakannya dengan jari-jariku sendiri tentang kisah kita, dengan membiarkan daya khayalku menjelajah masa lampau yang mengulang riwayat waktu ketika aku bersamamu. Ini pilihan bukan tanpa pertimbangan, telah ku coba lari dari bayanganmu, namun diujung malam ditempat perenungan ku ini terus menyebut namamu wahai kasih. Ku nikmati cumbuan malam ini bersamamu, ku sambut bahagia bayangmu hadir disisi.
Seharusnya malam ini aku menelpone mu, bertanya “kamu lagi apa, dimana, dan sama siapa, atau sekedar menanyakan tentang kabar dihari-harimu”. Tapi entah kenapa dari hari kemaren sampai saat ini hatiku lemah, jiwaku sepih, aku merasa ingin sendirian tanpa ada yang menggangguku, termasuk denganmu, yang padahal kesunyianku telah sadar bahwa aku telah berada didalam sepih. Bukan aku lari pergi darimu atau melupakanmu, kamu tetap ada bersamaku selalu menemani disetiap helaian lamanuanku.
Mereka, dia yang ada disekitarku malam ini, melihatku dengan keanehan, kadang mereka tertawa, kadang tersenyum, mengejek dengan kata lembut, namun tiada ku peduli. Ku ingin tetap dalam posisiku, tak ingin lepas dari rasa bahagia becumbuh dengan mu, ku tahu ini khayal, ku sadar ini ilusi, namun ku tak ingin hilang walau sekejap bersama bayangmu. Ku ingat masa kita berdua, duduk bersama, ketawa bersama, berbincang ngelantur kesana kemari, kadang terhenti kau menatapku dengan tersenyum, meski terkadang aku juga sering terdiam menatap polos raut wajahmu, ku tersenyum kasih.
Jika ini adalah sebuah mimpi bagi diriku, aku tak ingin terbangun dari tidur ini, walau ku tahu ini sebuah ilusi khayalan yang mengajak imajinasiku bermain dalam bayanganmu, aku tak ingin terlaluh cepat sedar dari tempat perenungan ini.
Ingatkah engkau dengan ku kasih, ataukah engkau sedang merasakan hal yang sama seperti kondisiku saat ini, ku harap memang demikian adanya. Jika memang iya, aku senang mendengarnya.
Wahaii gadis kecil berwajah bidadari, kau seperti tuan putri didunia khayangan yang diberi izin lahir ke bumi. Kau semacam mahkota yang tak boleh disentuh oleh siapa-pun selain pangerannya sendiri. Aku ingin jujur  dalam kebisuanku, melalui tulisan ini aku menceritakan tentang kenyataan cintaku dan kamu, aku tak perna berbohong dalam perenungan, walau terkadang aku sering tak jujur dengan kenyataan. Aku tahu siapa aku, walau sering aku tak mengerti bagaimana aku, aku harus mengatakan hal ini padamu, tentang kenyataanku dan cintaku atas dirimu.
Ini segelintir kisah dalam perenunganku saat mengingatmu, cerita ini cerita laluh, yang tak sama sekali berharga dalam hidupmu, mungkin juga kamu telah lupa. Tapi tidak dengan ku, ini kisah terindah dalam perjalananku, selalu ku simpan dalam memori ingatanku. Dan juga karena sepenggal kisah ini membuatku mampu bertahan hingga saat ini, dan berharap akan abadi sampai liang lahat menguburku dalam kematian.
Hari itu, aku mengantarmu pulang kerumah, bukan yang pertama mungkin entah yang keberapa kali, aku lupa itu hari yang keberapa aku mengantarmu. Aku senang melakukannya walau setiap hari aku harus antar jemput. Diatas sepeda motor yang kita tunnggangi aku kebanyakan tersenyum daripada bicara. Dari hati ku mencoba untuk mengatakan sesuatu yang tak perna aku mengerti dari mana datangnya, entah badai apa yang menggulungku hingga remuk dalam asmara ini. Mungkin saat itu engkau telah tahu tentang apa yang ingin ku sampaikan, namun kita sama-sama masuk kedalam suasana yang membisu. Kira-kira sudah dekat kearah rumahmu, aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya “malam ini sepertinya malam apa..?, dan adakah malam ini tamu mu  datang kerumah untuk menemui mu…?” engkau menjawabnya dengan singkat, namun penuh kejelasan, aku mendengarnya seakan melayang keudarah yang wangiannya ditaburi dari seribu bunga. Ini kesempatan emas dalam hatiku berbisik, seketika engkau mengantarkan pertanyaan yang membuatku kebingungan dan gugup untuk menjawab apa. Saat itu, kali pertama aku membohongimu, dengan mengatakan kalau ada seorang teman dariku yang menyukaimu, namun ia sulit untuk mengatakannya secara langsung. Saat itulah aku membohongimu dan menyakiti hatiku sendiri, hanya karena aku ingin kerumahmu malam itu.
Engkau seolah penasaran dengan temanku yang menyukaimu itu, dan mengizinkan aku untuk datang kerumah mengajaknya malam ini. Tak begitu banyak obrolan terurai disepanjang jalan, kita telah sampai didepan rumahmu. Engkau-pun langsung turun dan menitipkan senyum padaku sebelum aku juga berangkat pulang kerumah, aku-pun membalasnya dengan tersenyum, namun dibaliknya aku simpan kebingungan untuk menghadapi kebohonganku terhadapmu tadi.
Karena hari telah senja, malam-pun begitu cepat datang menjemputku, seakan senyum yang kau titipkan padaku didepan rumahmu tadi telah menggil, menjemputku untuk datang. Untuk menemuimu malam itu aku seolah menjadi pangeran yang tak ingin lupa sedikit-pun asesoris yang melengkapi jubahku. Rambutku adalah seperti mahkota yang selalu diperhatikan oleh orang-orang yang tinggal diistana, sehingga aku merapihkannya serapih mungkin, dengan harapan engkau akan melihatku sama seperti orang-orang diistana memperhatikan mahkota yang terpasang diatas kepala pangerannya. Baju, celana, serta parfum yang aku pakai telah sedemikian rapih dan wangi, aku tak ingin malam ini engkau melihatku seperti gembel dijalanan, malam ini adalah malam pertamaku yang akan menyatuhkan tapak kaki ini diatas lantai istana mu.
Hemmzzzz malam itu, malam yang menakutkan bagiku, bukan karena menemuinya, tapi ketakutanku karena harus menemui diriku sendiri.
Gedor demi gedor, salam demi salam, ku ucapkan Assalamualaikum tepat didepan pintu rumahmu. Ada suara jawaban terdengar, namun suara cowok, mungkin itu adalah suara kakak mu, ternyata benar, dia-pun membuka pintu, dan bertanya “Ada apa”, dengan hati yang gerogi aku memberanikan diri padanya untuk mempertanyakan dimana keberadaanmu. Aku melihat keramahan diwajah kakak mu, sehingga rasa takut dalam diri pun jadi hilang. Kakak mu langsung menggilmu dan berkata ada kawanmu diluar”, engkau menyahutnya dengan “Iya, tunggu sebentar”. Suara merdu itu membuatku tetap berdiri menunggumu  menyambut kedatanganku dirumahmu malam itu. Engkau keluar membuka pintu, dalam hatiku berdoa semoga engkau juga membukakan pintu hatimu untukku, hehehe….J dan menyambutku sama halnya seperti didepan pintu ini, dengan tersenyum J.
Waaahhhhh, karena keasyikan terjun dalam lamunan yang menceritakan kisahku dengan dirimu, aku jadi lupa keberadaanku saat ini. Orang-orang yang disekelilingku tak ku cakapi walau sekata ucapan-pun, terkadang mereka bertanya, Tidak ku jawab sebutir huruf-pun yang terlontar dari bibirku. Mungkin mereka sakit hati dengan sikapku yang demikian, tapi biarlah, mereka juga akan mengerti jika suatu saat sebuah cinta menerpa dinding hatinya.
Aku tidak menginginkan hal ini, namun bila aku telah terjun dan tenggelam dalam lamunan bersamanya, jiwaku tak mampu lagi keluar serta imajinasiku tak sanggup mengelak atas apa yang telah ia taburi diatas ubun-ubunku. Ini adalah sebahagian risiko dalam menjalankan hubungan jarak jauh, yang dipisahkan oleh gunung dan air, samudra dan pulau, oleh lautan dan juga pantai, yang hanya mampu bercinta dalam lamunan, dan khayal.
Jika ini sebuah kesalahan, aku harap kalian tidak menemukan kisah cinta sepertiku saat ini dan juga tidak menjalankannya seperti yang aku jalankan sekarang ini, sebab ini sangat menyakitkan..



Medan, 2 November 2013

Kembali Menyapa

0
COM

Dunia semakin kelam,
Gelap tanpa cahaya
Alam yang hening hilang tanpa jejak.
Saat pelangi mulai mewarnai
Aku menyimpanmu dalam senyum
Tersenyum bagaikan mentari menyambut hari.
Pesonamu dingin
Layaknya engkau mengisih pagi
Engkau membawaku bersamanya,
Bersama hening kau membasuh luka
Menebar bahagia tanpa warna
Aku bahagia terjatuh dalam belaianmu
Aku bahagia walau itu hanya sementara.
Engkau ketenangan dalam jiwa
Pelita bagi hati yang fhana.
Aku tahu kau tersapu hangatnya mentari
Aku juga tahu kau hanya hilang tuk sementara,
Dan kembali menyapa ku lagi.

Sendiri

0
COM

Ditengah gemerlipan cahaya
Ditengah rintikan hujan
Diantara rumput bergoyang
Aku tersandung dalam tarian malam
Aku terlena, dan lupa ingatan
Sengaja aku lupa.

Rangkulan jemariku dingin
Menahan emosi akan amarah dalam jiwa
Aku lemah, terkulai dalam kehidupan
Aku kalah terhadap mimpi-mimpiku sendiri
Hatiku berdenyut sakit, pedih, dan juga pilu
Terhadap mimpi-mimpi yang tak kunjung aku raih
Ingin aku berteriak pada alam
Tapi siapa yang akan mendengar

Nafas terhembus disela-sela kegelisahan
Pejaman mata, hilang sepiku sesaat
Aku tertunduk malu pada kehidupan
Air mataku mengalir tanpa sadar
Tak ada yang tahu kesendirianku disini
Hanya berharap pada keajaiban
Menghapus duka yang jadi beban.


SweetHeart

0
COM

kamu telah jauh
itu sudah cukup menyakitkan
jangan kamu menghilang lagi
dari kejauhan ini
jarak ku sudah cukup mengajari
betapa perihnya hidupku tanpa mu disisi.

sudahilah sayang.....
kembalilah pada hatiku.

ini sungguh lelah,...
diriku tak cukup kuat untuk berdiri
nafas ku terengah-engah
tersendat dalam kata-kata
tidakkah kamu tahu
kamu adalah tangkai hati ku
jika kamu pergi,
maka hatiku akan mati.

you are my sweetheart
if you go,
then my heart will die.


Medan, 8 Maret 2014

Diawang-awang

0
COM

Pengen mati
tapi tak ingin bunuh diri
pengen bercinta
tapi tak ingin berkata

berharap takdir
berkata hadir
belom dicobah
udah ngaku kalah

melihat wajah
berlayar diawang-awang
Eeee pas mau dicobah
udah diambil orang

berucap hati biarku simpan
dirimu lahir begitu menawan
kalaulah ada kata mantan
biarlah ku tunggu putusmu kawan.

kasihan....!

Masih Di-Hatimu

0
COM

Aku gak tahu apa yang membuat aku disini,
Aku juga gak tahu kenapa aku masi berada disini,
Tetap bertahan dalam kesunyian.
Aku telah coba mencintai yang lain,
Telah ku coba memberikan hati pada yang lain,
Layaknya aku memberikan jiwaku kepadamu.
Namun, aku tak bisa,
Hatiku tak sanggup tersenyum dalam kebohongan.
Pohon kenangan masih hidup, mengakar kedalam jiwa,
Masih mengajakku selalu bersamanya,
Menghadap kesunyian dialam keabadian.

Jiwaku masi dsana,
Masih berada dihatimu,
Memanggil selalu rinduku disini.
Aku benci waktu sekarang,
Aku benci jarakku sekarang,
Aku benci jarak waktu memisahkan,
Membiarkanku selalu bersama dalam kesepian.

Aku bosan hayalku
Aku bosan dengan wajah kesakitan..
Rantingku telah patah, tangkai ku telah putus,
Ikatanku telah lepas.
Tapi, jiwaku masi tinggal disana,
Masih hidup bersamamu.

Jiwaku.....
Engkau selalu memanggil kerinduan dalam hati,
Kembalilah jiwa, kembalilah kepada hati ini,
Tiada rindukah engkau memelukku,
Tiada rindukah engkau disampingku,
Tiada inginkah engkau bersandar disini lagi,
Menemani aku dalam kesepian yang kau tinggalkan.

Aku rindu padamu,
Rindu menatapmu,
Rindu melihat senyum manismu,
Aku rindu berada disisimu.
Disini aku sunyi tanpa mu,
Disini hampa tanpa engkau menghidupkan.


Aku Sedang Rindu

0
COM

Ku biarkan mereka berkicau,
Mencuap suara merduh,
Bernyanyi nada hati.

Suara gitar berirama memanggil angin,
Berhembus seolah menari bersama Luapan Hati.

Ku nikmati alunannya
Menyambut syahdu keheningan malam.

Sambil terpejam,
Ku menanti ia yang ku rindu,
Yang menyematkan cinta kedalam hati.

Mereka terus bertabu,
Tak peduli kala malam telah berlarut.
Hingga sampai jiwa terlena dalam lamunan.

Tak ada teman yang mengerti,
Tak ada sahabat yang mampu memahami,
Kalau disini,
Aku sedang merindui.


Ketika Cinta Mengajarimu Jatuh Cinta

0
COM


ketika waktu mu telah sedar
ia akan menegurmu dari kelengahan
membuatmu merayakan hari istimewa
yang kau sebut dengan kata cinta
begitu indah....!
begitu menyakitkan...!
ketika cinta mengajarimu tentang jatuh cinta
indah ketika engkau merasakan cinta yang ada didalam hatimu terhadap orang yang kau cintai.
menyakitkan ketika engkau tahu bahwa yang kau cintai tidak begitu peduli terhadap dirimu.

ketika cinta mengajarimu tentang jatuh cinta
engkau akan memandang dirinya
seperti aku sedang melihat keindahan dari raut wajahmu
engkau akan mencari tahu tentang dirinya
seperti aku tenga mencari tahu siapa yang ada didalam hatimu
engkau akan mengikuti dirinya
seperti aku sedang kesusahan mencari perhatian dari mu
engkau akan kehilangan dirinya
seperti aku sedang kecarian dimana suara mu
engkau akan mencoba berhenti dari kelelahan terhadap dirinya
seperti aku tak sanggup untuk kehilangan dirimu.

ketika cinta mengajarimu tentang jatuh cinta
sangat menyakitkan...
tapi itu harus kau rayakan
menikmatinya dalam kesabaran hati,
karena begitulah cinta......
ia akan selalu mengajari dirimu untuk bertahan
sebab ketika kamu mencari sesuatu yang keluar dari dirimu
maka kau akan kepayahan.


 
Medan, 25 February 2014 13.30 WIB
Adhie Be'i

DALAM PENGAWASAN

0
COM

Menangislah....
sampai airmata derai kehabisan
sampai duka terhanyut menghilang

Tertawalah....
saat senang mendekap,
saat bahagia  memberimu arti,
sampai perut melilit penuh kesakitan.

Berteriaklah wahai suara...
teriakkan sekuat-kuatnya,
sampai tenggorokanmu kering tak berliur
sampai halilintar kalah ketakutan
akuingin mendengar mu,
mendengar suara dari lisan jiwa.

Aku melihat keheningan pada waja manismu,
aku mendengar kabar merintih kesakitan.
aku tahu...
aku tahu kau takut....!
aku tahu kau lemah....!!
bahkan...
aku lebih tahu kau tak sanggup.

Bukan aku tega...
bukan aku tak mengerti,
bukan juga aku membela diri
tapi kau dalam pengawasanku.
lihat aku disini..
apakah kau memanggilku
apakah kau memelukku
dan kembali kepadaku.

Aku ingin melihatmu,
saat kau menangis karena duka
saat kau tertawa, karena bahagia
saat kau berteriak, karena marah
saat kau hening, karena masalah
dan aku ingin melihatmu
apakah kau menoleh ku dalam keadaanmu
apakah kau mendekapku penuh sujud kesyukuran
atau....
mala berpaling mengabaikanku
menganggap hadir ku tak ada,
tiada pelindung bagi kehidupan mu.

Medan, 26 February 2014

Ketiadaan

0
COM
Nangis histeris dalam duka sementara
menyesal dengan rencana yg tiada,
melunjak amarah tuk merubah diri, namun
hilang sekejap ketika berhadap dengan orang lain
yang sedang berduka juga... .
dimana nyali,
dimana keberanian yg berkobar,
dimana amarah yg telah tersimpan sejak dini..?
panas dada seakan lahar ingin membela gunung. tapi
Tak jua terbelahkan.
Jiwa tersembunyi dalam kesunyian,
Menjadi rahasia dari kegelapan.
Ketakutan dalam keramaian,
Membuat jiwa terkoyak dalam ketiadaan.

KARENA ADA CINTA

0
COM

Waktu terus berlalu
Membawa bayangmu bersama hari-hariku
Hempasan angin memanggil yang lalu
Sekedar menyapa rindu dalam jiwa.

Pandangan mata,
Megukir waja yang tersenyum
Membawa sesak, Mengindahkan kesunyian.
Namamu selalu tersebut dalam lisan,
Memberi detak pada ruang kerinduan.

Rasa ini sulit ku bendung
Naluriku terus berkata demikian,
Tanpa hilang dirimmu sesaat.
Namun, kau tak rasa dan tak tahu
Selama ini aku merasakan adanya kebahagiaan
Ceria selalu ada dalam senyumku.

Meski perih aku dapatkan,
Akan tetap aku jalani
Karena adanya cinta yang menantiku,
Mendampingi disepanjang hariku,
Sepanjang waktu, dan
Dimanapun kaki ini melangkah
Engkau selalu ada dihatiku.
Dengan adanya cinta sejati
Aku mencintaimu sepenuh hatiku.
Cinta dan kasih sayang,
Aku serahkan hanya untuk mu,
My heart.

Aku Masih Mencintai Mu

0
COM

Engkau jauh disana,
Jauh dipenghujung alam sana,
Mungkinkah kita kan bertemu lagi,
Dihari lain, diwaktu lain, ditempat yang sama,
Menjalin hubunngan yang kini sempat terhenti.

Aku mencintaimu,
Itu dari duluh selaluh ada dalam hatiku,
Selaluh ku simpan, ku pegang,
Menjadi penerang jiwa usang nan lesuh ini.

Aku masih mencintaimu,
Saat ini, hari esok, dan sampai waktu yang kan menjemputku pergi nanti,
Aku tahu cerita itu menyakitkan penerimaanku,
Aku juga tahu nada yang kau sampaikan itu
Telah membunuh disetiap hari-hari bahagiaku.

Aku sadar diri ini tak perna membuatmu bahagia
Tak perna bisa menjadi seperti apa yang kau inginkan,
Aku telah mencobanya, namun aku gagal, dan gagal lagi,
Hatiku cukup tersiksa tentang hal itu,
Cukup menyalahkan dirinya sendiri
Mungkin itu kebodohan dalam cinta ini
Karena tak mampu melihat apa yang kau inginkan.

Aku sempat membencimu, membenci diriku sendiri,
Aku juga sempat ingin berlari
Pergi jauh membuang perasaan ini,
Tapi hati tetap bersamamu,
Tetap mencintaimu
Walau aku tahu penolakan saat itu sangat menyakitkan bagiku,
Membuat rabun hati dari penerangnya,
Mungkinkah kita akan bersama lagi,
Dihari esok, dihari nanti, hingga disaat nafasku kan terhenti.

Aku mencintaimu
Itu perkataan tulusku,
Aku merinduhkanmu
Itu ucapan ketika aku terus mengingatmu,
Aku ingin kembali dan selaluh bersamamu
Itu lantunan disetiap doa dengan pengharapan,
Kau akan kembali.

Aku mungkin tak ada artinya bagimu,
Bunga yang tak perna diharapkan untuk tumbuh,
Mungkin juga aku tak terkenangkan,
Namun perluh engkau ketahui,
Bahwa dirimu selalu istimewa dihatiku.

Tangan ini mungkin jauh dari sampai
Berjabat serta memelukmu disana
Tapi tidak jiwa mu, yang selalu ada dalam dekapan hati.
Cintamu telah mencengkramkan akarnya
Hingga kedalam benakku yang terdalam
Rinduhku selalu ada bersama mu,
Hidup bersama penantianku.


Ingat Daku WahaiDewiku

0
COM

Mungkin kini, kau telah dengan yang lain,
Telah kau temukan seseorang selain aku
Disana dia yang memeluk dirimu,
Bukan aku...!
Yang hanya memeluk bayang semu darimu.

Kupandang senyummu,
Namun bukan untukku lagi...!
Melainkan untuknya.
Engkau tahu, aku disini selalu merindukanmu,
Selalu memanggil dirimu dalam kosongnya hatiku.

Sekejap kau menyapaku, rasa sakit hilang dalam lamunan
Engkau buat jantung berdegup kencang,
Tapi cinta yang seperti dulu, tak ku harap lagi..?
Bukan karena rasa sayang dalam hatiku telah hilang
Hanya, aku tak ingin luka itu kembali lagi.
Mungkin dialah....
Ya, dialah yang mungkin bisa memberimu lebih,
Yang tak perna engkau dapatkan dariku.

Ingatlah daku wahai dewiku
Meski kau tak bersamaku lagi, kau tetap peri kebahagiaanku.
Lihat aku meski sekejap kau memandang
Karena, aku tak sanggup tuk melupakanmu
Menghapus cinta yang perna ku ukir...!
Peluklah aku, walau hanya dalam lamunanmu.
Sayang....
Angin kan menyapa memberikan kabar
Bahwa bayangmu membuat pagi ku cerah selalu tersenyum.

Sifat-Sifat Golongan Darah AB

0
COM

Kata kebanyakan orang sie kalau golongan darah AB itu sangat sedikit, paling banyak dalam penduduk dunia hanya mendominasi sekitar 4% saja. Itu berarti tidak banyak manusia diluar sana mempunyai karakter yang sama dengan kpribadian saya :D.
Dalam kasus ini saya akan mencoba memaparkan sifat-sifat orang yang bergolongan darah AB, dimana sifat-sifat tersebut adalah sebagai berkut, silakan menyimak. :D
Orang yang bergolongan darah AB pada umumnya memiliki perasaan yang lembut, namun dibalik kelembutan mereka juga orang sangat sensitive. Karena sifatnya yang lembut, mereka dikenal sebagai pribadi yang pemalu. Sifat lembut dan pemalunya tersebut membuat mereka kurang percaya diri. Maka dari itu mereka cenderung memiliki dua kepribadian. 
Karena sifatnya yang sensitive mereka adalah orang yang sangat sentiment dan terlalu dalam jika memikirkan suatu masalah.
Mereka sulit mengungkapkan perasaan sendiri (cenderung menahan kasih sayang) padahal mereka adalah orang yang penyanyang. Dalam hal perasaan, mereka termasuk orang yang sangat perhatian terhadap sesuatu yang mereka sukai. Tapi tidak terlalu peka terhadap sesuatu. Jika ada diantara kalian yang mempunyai pacar bergolongan AB, sangat disarankan untuk anda mengatakan secara langsung apa yang anda inginkan (berterus terang). Mereka adalah pasangan yang baik, tidak perlu anda khawatirkan karena mereka memiliki sifat yang setia. Yang perlu anda ketahui adalah berhati-hati disaat menghadapinya ketika mereka sedang bad mood (sebab mereka sangat sensitive).
Sebuah pujian dari orang lain tidak membuat mereka melayang-layang atau mengudarah, tapi dalam hati mereka akan sangat mengapresiasi orang yang memberi pujian tersebut.
mereka mempunyai pola fikir yang unik, memikirkan masalah dari sudut pandang yang berbeda, Analitis, mendalam, dan penuh pemikiran (ide baru selalu muncul),  memiliki banyak impian dan keinginan. Namun dari sisih kelemahan mereka cenderung orang yang pelupa, dan sering menyimpang dari realitas.
mereka juga orang yang perfeksionis (harus sempurna), misalnya, jika mereka sedang menulis atau membuatkan sesuatu, dan didalamnya terdapat kekurangan atau ada kesalahan, mereka bakalan mengeditnya hingga ratusan kali, sampai hal tersebut menurutnya sempurna, seperti halnya saya dalam penulisan ini, jika ada kalimat atau perkataan yang salah, saya akan berfikir lama dan mengeditnya hingga sempurna (lebay) :D.
Sifat mereka yang paling menonjol adalah tenang. Tenang bukan berarti mereka orang yang pendiam. Mereka adalah orang yang pandai dalam bergaul, maka itu orang yang bergolongan darah AB memiliki banyak teman. Namun jika mereka mempunyai masalah mereka lebih suka menyendri untuk memikirkan masalah-masalah mereka daripada berkumpul dengan temannya.
Karena sifatnya yang tenang, hampir kebanyakan orang tidak tahu disaat mereka sedang marah. Kecuali mereka update status di facebook, twitter, dan media sosial lainnya. :D.
Mereka orang yang baik hati, suka menolong teman-teman yang meminta tolong terhadap mereka. Tapi mereka sangat sungkan untuk minta tolong pada teman-temannya.
Mereka termasuk orang yang suka meremehkan diri sendiri, padahal apa yang mereka kerjakan mungkin lebih baik daripada orang lain, istilahnya rumput tetangga lebih hijau.
Mereka pada umumnya orang yang tertutup, kalau ada masalah biasanya diumpetin, sangat sulit untuk bercerita, tapi kalau mereka menceritakan maslahnya, itu pasti pada orang yang sangat mereka percayai, entah keluarga ataupun teman. Jadi jika anda dicurhati tentang pribadi mereka, sangat disarankan untuk anda menjaganya dengan baik-baik. Karena mereka sangat mempercayai anda.
Itulah sedikit pandangan mengenai sifat orang yang bergolongan darah AB. sifat-sifat diatas tidak mendominasi 100% benar, karena bisa saja berbeda dengan pengaruh lingkungan disekitar mereka. Tapi, karena saya orang yang bergolongan AB, saya merasa sebagian besar itu adalah benar. Jika anda bergolongan darah AB, dan merasa ada kesamaan atau ada yang beda terhadap uraian diatas, silakan beri pendapat pada kolom komentar, dan jangan lupa di share.

G.A.L.A.U.U.U.U.U.U.U.COM

0
COM

Malam, ketika aku membuka suatu media sosial yang dikenal dengan sapaan #facebook ini, aku melihat sebuah postingan gambar, dan itu membuatku kembali pada masalaluh, seketika dalam waaktu itu juga kisahmu dulu kembali menyentuh hati.

kemaren-kemaren, lebih tepatnya sekitar dua atau tiga bulan yang laluh, aku tak sengaja aku membuka sebuah account profil yang berhubungan teman dengan account profil mu. aku merasakan ada keistimewaan antara pertemann kalian. dan disaat itu, itu hanya perasangka dalam kekewatiranku.

aku membaca setiap status yang ia tulis setiap kali berkunjung di media sosial ini, dan tak jarang juga aku menemukan nama yang sama dengan nama mu yang tercantum didalam statusnya. aku berharap itu bukan kamu, ya bukan nama mu, tak lebih itu hanya nama yang mirip dengan namamu.

Namun malam ini postingan gambar itu menyadarkanku bahwa itu benar tentang dirimu, dan gambar itu sama persis dengan yang ada didalam Hati ku. itu tak salah lagi. aku tak bisa mengelak untuk hal ini, sebab dirimu telah lama tersimpan dalam hati ini.

saat ini, mungkin perasaan ku sama seperti perasaan mu dulu ketika melihat photo yang berserakan di account facebook ku (ingin menghapusnya atau mungkin ingin membakarnya) dan tak ingin melihatnya lagi.  namun ini hanya sebatas keinginanku saja, aku tak mampuh untuk melakukan itu. sebab kini kamu miliknya, begitu juga sebaliknya dia milikmu. dan aku hanya mampu mengatakan aku masih milik mu dan itu tidak sebaliknya.

Aku mencoba menggambarkan perasaan hatiku saat ini. namun imaginasiku terlaluh lemah untuk itu. hatiku masih terlaluh bodoh untuk mengutarakan perasaan yang ada. cemburu, sesal, sakit, atau bahkan kecewa, mungkin itu ada. namun untuk waktu ini aku hanya mampu berlaku sebatas itu.

dulu aku yang meninggalkanmu, dari kampung kekampung lain, dari kota kekota lain, dan kini engkau berlaku sebaliknya, meninggalkan ku dari hati ke hati lain.

untuk menguatkan hati, aku hanya bisa berucap, kalau dia tidak lebih baik dari pada diriku, hanya saja dia lebih beruntung daripada diriku. yang mampu membawamu ke #Menara_eiffel (Palembang).

mungkin benar apa yang dikatakan mereka tentang diriku, aku hanya bisa berkeinginan dan tak mampuh mewujudkan keinginan.  persisnya seperti mimpi dalam tidur, laluh tidur dalam mimpi, dan bermimpi lagi. tak mungkin terjadi untuk membuatnya nyata.

G.A.L.A.U.U.U.U.U.U.U.COM (kata orang-orang sieh seperti itu) my be yes, my be no. mungkin ia, mungkin juga tidak, tapi yang aku rasakan yaaaaa demikian adanya.

:D
#515_417