Mewarnai Ukirannya Sendiri
Engkau tersenyum menyapa hujan.
Pesonamu indah mewarnai hari,
Namun engkau enggan menyambut mentari,
Hingga menghilang saat mentari mulai mengkabut.
Hati merasa sepi tiada penghuni,
Jiwa terasa sunyi tiada menghiasi
Hingga pelangi, mewarnai ukirannya sendiri.
Membiarkan rasa terhanyut,
Terjungkal pada terjangan sang ombak.
Mencoba mengikhlaskan hempasan lepas terjangan rasa,
Mungkin telah menjadi ketetapan sendiri dalam hati.
Sulit mungkin bagiku lepas dari sebuah genggaman,
Tapi apadaya, hasrat hanya jadi hayalan dalam mimpi.
Hanya bertahan dalam cekikan sebuah rasa.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment