Wahai Halamanku
Ketulusanku terabaikan,
Wangiku memang tak harum seperti bunga yang ada,tapi,
Aku ingin mengharumkannya didalam sebuah halamanmu.
Akar ku yang tak kuat berkeinginan untuk tumbuh,
Demi mengindahkan halamamu
Tapi kenapa keberadaanku seperti tak ada dan tak dianggap,
Aku tercampak tak dipedulikan.
Niatku tuk saling mengindahkan, diabaikan olehmu,
Tak perna kau perdulikan.
Wahai halamanku...
Jangankan kau menyentuh daun, menggenggam akarku,
Melihat dan melirikpun kau tak perna.
Aku bunga tak dikehendaki tumbuh dihalamanmu,
Aku tak perna disiram air ketulusan mu,
Wahai halamanku...
Aku layu dan sakit tanpamu,
Dengarkah engkau jeritan ranting ranting ku yang patah dan rapuh ini,
Wahai halamanku.....
Lihat aku disini, penuh kerapuhan.
Aku berharap adanya hujan turun menyirami akar
Dedaunanku yang sudah kering kehausan.
masih adakah sedikit air untuk akar ku yang rapuh
Kesakitan akan cengkraman tanah yang menjepitku.
Wahai halamanku...
Aku lemah, layu tanpa perawatanmu,
Teteslah sedikit air keheningan darimu,
Agar aku dapat bertahan menghantar wangi bungaku,
Wanginya memang tak seharum yang engkau kehendaki
Namun, sari ku tulus mencintai
Wahai halamanku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment