GURINDAM


Saat gurindam menyampaikan pesan
mata terpejam mendengar tangisan
bagai angin membawakan hujan
membasuh jiwa hingga kesakitan

mendengar kata dari serpihan mantra
membuat dada, goncang akan itu kata
sambil terbata hati berkata
tak sanggup lagi hati berlumur dosa

dalam sesal hati mengelu
tentang buruk perjalanan waktu
adakah sinar akan hal itu
agar hati tak lagi mengerutu

untung datang si penjual ikan
membawah hasil dari lautan
tak disangka ialah kawan
memberi gurindam menyampaikan pesan

jaganlah mengeluh wahai tuan
marilah menghadap ke arah tuhan
iya tahu segala kearifan
bertobat pastilah dimaafkan.


Medan, 02 Maret 2014

No comments:

Post a Comment