Curhatan (Goresan Piluh)


Aku seperti bait puisi bisu,
kesepian dalam bingkisan kalbuh,
setiap kali mendengar nyanyian rindu,
liri hatiku terus piluh.

lembar demi lembar goresan berlalu,
memaknai bintang, bersinar tak memahami.
ku coba mencerna isyarat hati,
semakin mencerna bahasa piluhku menguasai
aku... aku bingung harus gimana...!
mengikuti kata hati, membui asahku.
tuhan, dengarlah curhatan batin ini,
aku bingung dalam menerka,
tentang cinta yang bersarang dalam hati.
aku bingung tuhan....
tentang apa artinya cinta,
yang memeras habis masa indah ku diwaktu laluh,
membakar setiap rongga dada,
yang panasnya tak tahu malu.
aku bingung tuhan...
yang mahkota cinta kau tanam dalam istana insani,
sampai hati bertindak sebagai tirani.
tuhan...
apa maknanya cinta..?
hingga ucapan menggelembung dalam lamunan.

tuhan....?
adakah bintang yang sama akan mendengar,
meneteskan embun, menyejukan hati.
ini sudah cukup pedih,
ku rasa hati akan menikmatinya sampai mati.

No comments:

Post a Comment